Selasa, 02 Agustus 2016

Proses Metamorfisme Batuan

Batuan metamorf adalah batuan ubahan yang terbentuk dari batuan aslinya, berlangsung dalam keadaan padat, akibat pengaruh peningkatan suhu (T) dan tekanan (P) yang tinggi.

Proses metamorfosa dapat didefinisikan sebagai: ”Perubahan himpunan mineral dan tekstur batuan dalam keadaan (fasa) padat (solid slate) pada suhu diatas 200°C dan tekanan 300 Mpa”.

Batuan metamorf memerlukan perhatian tersendiri, karena perubahannya berlangsung dalam keadaan padat. Saat lempeng-lempeng tektonik bergerak dan fragmen kerak bertabrakan, batuan terkoyak, tetarik (extended), terlipat, terpanaskan dan berubah dengan cara yang kompleks. Tetapi meskipun batuan sudah mengalami perubahan dua kali atau lebih, biasanya bekas atau bentuk batuan semula masih tersimpan, karena perubahannya terjadi dalam keadaan padat. Padat tidak seperti cair atau gas cenderung untuk menyimpan peristiwa-peristiwa (events) pengubahannya. Diantara kelompok batuan, batuan metamorf merupakan yang paling kompleks, tetapi juga paling menarik karena didalamnya tersimpan semua cerita yang telah terjadi pada kerak bumi.
Proses Metamorfisme
§  Proses metamorfisme, meliputi:
1.      Proses perubahan fisik yang menyangkut struktur dan tekstur oleh tenaga kristaloblastik (tenaga dari sedimen-sedimen kimia untuk menyusun susunan sendiri).
2.      Proses-proses perubahan susunan mineralogi, sedangkan susunan kimianya tetap (isokimia) tidak ada perubahan komposisi kimiawi, tapi hanya perubahan ikatan kimia.
§  Tahap-tahap proses metamorfisme:
1.      Rekristalisasi                                                                                                                                                
Proses ini dibentukoleh tenaga kristaloblastik, di sini terjadi penyusunan kembali kristal-kristal dimana elemen-elemen kimia yang sudah ada sebelumnya.
2.      Reorientasi                                                                                                                                            
Proses ini dibentuk oleh tenaga kristaloblastik, di sini pengorientasian kembali dari susunan kristak-kristal, dan ini akan berpengaruh pada tekstur dan struktur yang ada.
3.      Pembentukan mineral-mineral baru                                                                                              
Proses ini terjadi dengan penyusunan kembali elemen-elemen kimiawi yang sebelumnya sudah ada.
§  Dalam metamorfosa yang berubah adalah : tekstur dan asosiasi mineral, yang tetap adalah komposisi kimia dan fase padat (tanpa melalui fase cair).
§  Teksturnya selalu mereflesikan sejarah pembentukannya.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Metamorfisme
Komposisi batuan asal sangat mempengaruhi pembentukan himpunan mineral baru, demikian pula dengan suhu dan tekanan. Suhu dan tekanan tidaklah berperan langsung, akan tetapi juga ada atau tidaknya cairan Fungsi cairan ini sebagai media transport dari larutan ke mineral dan sebaliknya, sehingga mempercepat proses metamorfisme serta lamanya mengalami panas dan tekanan yang tinggi, dan bagaimana tekanannya, searah,terpuntir dan sebagainya.. Batuan berbutir kasar merupakan hasil metamorfisme dalam waktu yang panjang serta suhu dan tekanan yang tinggi. Sebaliknya yang berbutir halus, waktunya pendek serta suhu dan tekanan yang rendah
Tekstur batuan metamorf dibedakan atas Foliasi dan Non-Foliasi.
§  Tekstur Foliasi, yaitu tekstur yang berlapis-lapis dimana butir-butir batuan penyusunnya pipih sehingga memperlihatkan lapisan atau belahan kearah mana batuan cenderung membelah, yang termasuk dalam tekstur foliasi adalah: Slaty, Phyllitic, Schistose, Gneissic

§  Tekstur Non-Foliasi, yaitu tekstur yang tidak menunjukkan kecenderungan berlapis, yang termasuk dalam tekstur foliasi adalah: Marmer, Serpentinit, Antrasit

Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut



[Type the document titlPEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ARUS LAUT 

LATAR BELAKANG
Sebagai negara kepulauan, Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki potensi alam yang melimpah. Tidak hanya dari potensi daratan saja, perairan Indonesia juga turut menjadi potensi yang mampu menjadi sumber energi alternatif lainnya. Berdasarkan penelitian, perairan Indonesia dapat diolah menjadi pengganti energi listrik tanpa menyebabkan gas rumah kaca. Energi tersebut dapat tercipta dari elevasi pasang surut, perbedaan temperatur, arus, gelombang, dan angin di tepi pantai Indonesia. Namun, kondisi perairan Indonesia yang sangat potensial tersebut masih belum termanfaatkan secara menyeluruh. Hal ini dikarenakan perlunya pengembangan lebih lanjut, dan tentu saja didukung dengan adanya teknologi dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu mengembangkan potensi tersebut.
Klasifikasi potensi lautan Indonesia pada umumnya dibedakan menjadi sumber daya terbarukan (renewable resources) dan tidak terbarukan (non-renewable resources). Untuk renewable resources, Indonesia memiliki potensi seperti sumber daya perikanan (perikanan tangkap dan budidaya), mangrove, terumbu karang, padang lamun, energi gelombang, pasang surut, angin dan suhu. Sedangkan untuk non-renewable resources, potensi lautan tersebut tersebar dalam bentuk sumber daya minyak dan gas bumi dan berbagai jenis mineral. Selain dua jenis sumber daya tersebut, juga terdapat berbagai macam jasa lingkungan kelautan yang dapat dikembangkan untuk pembangunan kelautan seperti pariwisata bahari, industri maritim, jasa angkutan, dan sebagainya.
Menurut Prof. Safwan Hadi, Ph.D (Dosen Teknik Oseanografi ITB), selain potensi diatas, lautan Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif pengganti sumber energi listrik. Pengembangan energi listrik tersebut berasal dari potensi elevasi pasang surut, perbedaan temperatur, arus, gelombang, dan angin di tepi pantai Indonesia. Wilayah perairan Indonesia memiliki arus laut yang kuat sehingga menyimpan potensi yang dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk membangkitkan energi listrik tersebut.
Saat ini, Indonesia berusaha untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga arus dan gelombang. Di balik usaha tersebut, masih terdapat beberapa kendala, seperti converter yang belum mampu menghasilkan daya yang maksimal. Selain teknologi yang belum memadai, pengembangan ini turut memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu mengembangkan hal tersebut. "Hingga saat ini, Indonesia telah melakukan pemetaan daerah potensial tersebut, hanya menunggu perkembangan lebih lanjut untuk memanfaatkan potensi tersebut," tutur Prof. Safwan Hadi, Ph.D.
Indonesia memiliki arus dan gelombang laut yang sangat potensial untuk dikembangkan. Potensi ini tersebar diberbagai daerah. Untuk energi gelombang, bagian selatan Jawa dan bagian barat Sumatera merupakan tempat potensi gelombangnya cukup besar untuk dikembangkan, karena wilayahnya yang langsung menghadap ke laut lepas, yaitu Samudera Hindia.  Untuk energi dari elevasi pasang surut, daerah paling potensial terdapat di Malaka dan Digul. Sedangkan untuk pembangkit dari potensi suhu atau lebih dikenal sebagai Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC), Indonesia berpotensi di daerah perairan Bali, Sulawesi hingga perairan Papua. Hal ini terjadi karena Indonesia bagian barat memiliki lautan yang dangkal sehingga perbedaan suhunya tidak cukup signifikan, berbeda dengan perairan di daerah timur Indonesia yang kedalamannya cukup besar. Sementara potensi angin pesisir tersebar di daerah selatan Jawa dan Nusa Tenggara Barat.
Sedangkan untuk potensi energi arus tersebar di daerah selat Indonesia. Menurut Prof.Safwan Hadi, Ph.D, selat-selat tersebut berpotensi menghaslkan energi arus karena intensitasnya yang relatif besar, serta didukung oleh ketersediaan air laut yang luas dibandingkan negara lain. Sebut saja Selat Malaka, Laut Jawa, Selat Makassar, Selat Lombok, dan perairan sekitar Kepulauan Lesser Sunda. Selat-selat tersebut memiliki nilai rapat daya yang cukup besar, yaitu berkisar antara 0,06 - 64 kW per meter kubik.
Dari penelitian PL Fraenkel (J Power and Energy Vol 216 A, 2002) lokasi yang ideal untuk instalasi pembangkit listrik tenaga arus mempunyai kecepatan arus dua arah (bidirectional) minimum 2 meter per detik. Yang ideal adalah 2.5 m/s atau lebih. Kalau satu arah (sungai/arus geostropik) minimum 1.2-1.5 m/s. Kedalaman tidak kurang dari 15 meter dan tidak lebih dari 40 atau 50 meter. Relatif dekat dengan pantai agar energi dapat disalurkan dengan biaya rendah. Cukup luas sehingga dapat dipasang lebih dari satu turbin dan bukan daerah pelayaran atau penangkapan ikan.





KONVERSI ENERGI MEKANIK MENJADI ENERGI LISTRIK BERBASIS ARUS LAUT INDONESIA
Pengembangan teknologi ekstraksi energi arus laut lazimnya dilakukan dengan mengadopsi prinsip teknologi energi angin yang telah lebih dulu berkembang, yaitu dengan mengubah energi kinetik arus laut menjadi energi rotasi dan energi listrik. Daya yang dihasilkan oleh turbin arus laut jauh lebih besar dari pada daya yang dihasilkan oleh turbin angin, karena rapat massa air laut lebih besar dari rapat massa udara. Kapasitas daya yang dihasilkan dapat dihitung dengan pendekatan matematis yang memformulasikan daya yang melewati suatu permukaan atau luasan, maka rumus umum yang digunakan adalah formulasi Fraenkel  (1999) yaitu:

P = 0.593 x rho x A x (V3)

Dimana :
P = daya (watt); 
ρ = rapat massa air (kg/m³); 
A = luas penampang (m²); dan 
V = kecepatan arus (m/s)
            Dalam proses konversi energi Kinetik menjadi energi listrik pada sistem pembangkit listrik tenaga air laut, terdapat beberapa teknologi yang saat ini sudah di terapkan, antara lain :
1.      Sea Flow

Teknologi Sea Flow merupakan teknologi turbin yang dibuat oleh Marine Current Turbine atau MCT, merupakan salah satu jenis turbin tipe vertical, bekerja seperti pembangkit listrik tenaga angin yang dibenamkan di dalam laut. Teknologi ini merupakan konversi energi arus laut yang pertama kali berhasil dipasang dengan daya keluaran rata – rata sekitar 300 kW dan nilai cut in speed sebesar 0,6 m/s (sumber : Laporan Akhir Kegiatan Identifikasi Pengembangan Teknologi Energi Arus Laut BALITBANG Kementrian Kelautan dan Perikanan).
Kincir memutar rotor yang menggerakan generator yang terhubung kepada sebuah kotak gir atau disebut gearbox. Kincir tersebut dipasangkan pada sebuah sayap yang membentang horizontal dari sebuah batang silinder yang diborkan ke dasar laut. Turbin tersebut dapat disusun dalam barisan-barisan sehingga menjadi ladang pembangkit listrik. Demi menjaga agar ikan dan makhluk hidup lainnya tidak terluka oleh alat ini, kecepatan rotor diatur 10-20 rpm.

2.      PLTAL Kobol

Teknologi pembangkit listrik arus laut kobold merupakan salah satu jenis pembangkit listrik yang menggunakan turbin type horizontal. Turbin kobold merupakan hasil dari kerjasama antara Indonesia dengan tim mekanik dan elektrik pada Pda Archamedae Italy. Teknologi kobold mengadopsi konsep propeller (baling – baling kapal) yang diputar arus vertical yang mampu menghasilkan daya sebesar 110 Kw. Pembangkit listrik tenaga arus laut menggunakan kobold merupakan salah satu Marine Current Turbine dalam menghasilkan energi kinetik air menjadi energi listrik.
Salah satu badan nasional yang telah mengaplikasikan penggunaan teknologi ini dalam bentuk prototype adalah Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi (BPPT). Menurut Erwandi selaku ketua tim perekayasa UPT Hidrodinamika Indonesia BPPT pemilihan teknologi turbin ini konstruksinya sederhana, mudah pembuatannya, mudah pemeliharaannya, dan juga terjangkau harganya. Lebih lanjut Erwandi mengatakan bahwa prototype teknologi ini hampir seluruh komponen dalam pembuatannya adalah komponen dalam negeri hanya generator dan inverternya saja yang dibeli dari luar negeri.

3.      Helical Turbine Gorlof

Teknologi helical turbine gorlov merupakan teknologi turbin yang terdiri dari satu atau lebih helical blades yang berputar mengelilingi silinder seperti mur baut. Teknologi turbin helical gorlov merupakan turbin air hasil evolusi dari desain turbin darrieus, yaitu dengan mengubah bilah kincirnya. Helical turbine gorlov diciptakan oleh Profesor Alexander M. Gorlov dari Universitas Northeastern. Turbin ini mulai dikembangkan pada tahun 1995. Di Indonesia sendiripun teknologi turbin gorlov ini telah mulai dikembangkan dan telah dapat di desain oleh perusahaan lokal, salah satunya oleh perusahaan T – files yang didirikan oleh para alumni ITB. Pada tahun 2009 teknologi ini mulai diaplikasikan di kawasan Bali dan Lombok.


KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SISTEM KONVERSI ENERGI GELOMBANG MENJADI LISTRIK

Kekurangan dari energi arus laut adalah output-nya mengikuti grafik sinusoidal sesuai dengan respons pasang surut akibat gerakan interaksi Bumi-Bulan-Matahari. Pada saat pasang purnama, kecepatan arus akan deras sekali, saat pasang perbani, kecepatan arus akan berkurang kira-kira setengah dari pasang purnama. Kekurangan lainnya adalah biaya instalasi dan pemeliharaannya yang cukup besar. Kendati begitu bila turbin arus laut dirancang dengan kondisi pasang perbani, yakni saat di mana kecepatan arus paling kecil, dan dirancang untuk bekerja secara terus-menerus tanpa reparasi selama lima tahun, maka kekurangan ini dapat diminimalkan dan keuntungan ekonomisnya sangat besar. Hal yang terakhir ini merupakan tantangan teknis tersendiri untuk para insinyur dalam desain sistem turbin, sistem roda gigi, dan sistem generator yang dapat bekerja secara terus-menerus selama lebih kurang lima tahun.

Keuntungan penggunaan energi arus laut adalah selain ramah lingkungan, energi ini juga mempunyai intensitas energi kinetik yang besar dibandingkan dengan energi terbarukan yang lain. Hal ini disebabkan densitas air laut 830 kali lipat densitas udara sehingga dengan kapasitas yang sama, turbin arus laut akan jauh lebih kecil dibandingkan dengan turbin angin. Keuntungan lainnya adalah tidak perlu perancangan struktur yang kekuatannya berlebihan seperti turbin angin yang dirancang dengan memperhitungkan adanya angin topan karena kondisi fisik pada kedalaman tertentu cenderung tenang dan dapat diperkirakan. Energi ombak adalah energi yang bisa didapat setiap hari, tidak akan pernah habis dan tidak menimbulkan polusi karena tidak ada limbahnya. Di samping nilai ekonomis yang cukup menjanjikan ada hal-hal lain yang dapat memberi­kan keuntungan di bidang lingkungan hidup. Energi ini lebih ramah Iingkungan, tidak menim­bulkan polusi suara, emisi C02, maupun polusi visual dan sekaligus mampu memberikan ruang kepada kehidupan laut untuk membentuk koloni terumbu ka­rang di sepanjang jangkar yang ditanam di dasar laut. Pada ka­sus-kasus seperti ini biasanya le­bih menguntungkan karena ikan dan binatang laut selalu lebih banyak berkumpul.



Referensi:


Renungan Ayat-Ayat Allah

Setelah membaca dan merenungkan ayat-ayat berikut ,semoga kita semakin semangat menjalai setiap periode kehidupan yang dipersembahkan-Nya dengan segala cinta.
·         Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan(QS Ar-Rahman).
Kenapa aku di uji ??
·         Apakah manusia itu mengira bahwa dibiarkan (saja) mengatakan :Kami telah beriman”,Sedang mereka tidak di uji lagi?. Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka,maka sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta ( Surat Al-Ankabut ayat 2-3)
Kenapa aku tidak mendapatkan apa yang aku idam-idamkan ?
·         Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu ,dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu ;Allah mengetahui ,sedang kamu tidak mengetahui (Surat Al-Baqarah ayat 216).
Kenapa Ujian yang aku terima seberat ini ?
·         Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (Surah Al-Baqarah ayat 286).
Aku sudah Frustasi dengan ini semua !
·         Janganlah kamu bersikap lemah,dan janganlah(pula) kamu bersedih hati ,padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi(derajatnya),jikan kamu orang-orang yang beriman(Surah Al-Imran Ayat 139).
Bagaimana aku harus menghadapi ini semua ?
·         Hai orang-orang yang beriman ,bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung( Surah Al-Imran ayat 200).
·         Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. DanSesungguhnya yang demikian itu sungguh berat,kecuali bagi orang –orang yang khusyu’ (Surah Al-Baqarah ayat 45)
Lantas apa yang aku dapat dari semua ini ?
·         Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surge untuk mereka ( Surah At-Taubah ayat 111).
Dan kepada siapa aku harus berharap ?
·         Cukuplah Allah bagiku ;tidak ada Allah selain Dia, hanya kepada-Nya aku bertawakal( Surah At-Taubah ayat 129).
Sungguh aku tak bisa bertahan lagi !
·         Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah . Sesungguhnya tiada berputus asa rahmat dari Allah melainkan kaum yang kafir (Surah Yunus ayat 87)


Subhanallah !!! Mari kita berbenah dan terus berbenah untuk mempersembahkan yang terbaik dalam  masa hidup kita dengan torehan kemuliaan dan semangat pantang menyerah . Dimanapun dan kapanpun dan dengan siapapun.  Selama ALLAH SWT menjadi “ ..Just the ONE goal..” InsyaAllah kita akan sebagaimana doa yang sering kita latunkan .. bahagia di dunia dan bahagia di akhirat. 

Optimalisasi Penerapan Konversi Surya ke Listrik di Berbagai Aspek Kehidupan

Optimalisasi Penerapan Konversi Surya ke Listrik di Berbagai Aspek Kehidupan dalam Rangka Mengurangi Masalah Krisis Energi di Masa Depan

Masalah energi tampak tak pernah ada habisnya. Menispisnya cadangan minyak , tingginya harga BBM, konservasi lingkungan hidup, birokrasi daerah yang berbelit membuat pemerintah kewalahan dalam penyediaan energi yang mencukupi .Tugas pemeritah memang tidak mudah dalam mengatasi penyediaan energi ini .Perlu kita pahami kebutuhan energi global dalam 30 tahun ke depan akan meningkat dua kali lipat per tahunnya. Pada 40 tahun mendatang, kebutuhan meningkat lagi menjadi tiga kali lipat atau setara dengan energi 20 milir ton minyak bumi. Memang selama ini Energy Information Administration (EIA) memperkirakan pemakaian energi hingga tahun 2025 masih didominasi bahan bakar fosil, yakni minyak bumi, gas alam, dan batu bara. Cadangan sumber energy fosil  diseluruh dunia terhitung sejak 2002 adalah 40 tahun untuk minyak, 60 tahun untuk gas alam, dan 200 tahun batu bara. Dengan keadaan semakin menipisnya sumber energy fosil tersebut. Di dunia sekarang ini terjadi pergeseran dari penggunaan sumber energi tak terbarukan menuju sumber energi yang terbarukan (EBT)
Listrik yang berasal dari sumber energi konvensional, seperti bahan bakar minyak semakin lama semakin menurun. Kekurangan pasokan listrik di pulau Jawa dan Bali dapat terlihat dari neraca daya PLN untuk tahun 2002-2010 dengan scenario terbatas . Cadangan kapasitas pembangkit Jawa-Bali tahun 2003 tinggal 29% karena beban puncaknya sudah mencapai 14,397MW dari kapasitas 18.608 MW, pada 4 tahun belakangan ini sering terjadi pemadaman bergilir untuk mengurangi pemakaian daya, hal itu tentu saja akan sangat merugikan bagi masyarakat terutama pelaku industri.
Dari sekian banyak sumber energi terbaharui seperti angin, biomassa, hydro power, geothermal,dan nuklir, penggunaan energy solar cell /sel surya merupakan alternatif yang paling potensial. Sel surya merupakan salah satu sumber energi listrik alternatif yang terus dikembangkan demi memenuhi kebutuhan manusia akan listrik mengingat posisi Indonesia yang terletak pada daerah khatulistiwa. Dalam kondisi puncak atau posisi matahari tegak lurus, sinar matahari yang jatuh di permukaan panel surya di Indonesia seluas 1 m2 mampu memproduksi listrik yang mencapai 900 hingga 1000 watt. Total intensitas penyinaran perharinya di Indonesia mencapai 4500 watt hour/m2 dan matahari menyinari indonesia hingga 2.000 jam per tahunnya. Oleh karena itu upaya pembangunan sumber pembangkit tenaga surya serta pemakaian barang berbasis listrik dengan sumber pemanfaatan radiasi matahari di berbagai aspek kehidupan guna mengatasi berkurangnya daya listrik harus segera direalisaikan oleh pemerintah entah yaitu dengn meningkatkan kajian penelitian /riset mengenai sel surya. Pemerintah Indonesia sendiri mencanangkan bahwa pada tahun 2025, energi terbarukan berkontribusi sekitar 4% terhadap total konsumsi energi lokal dimana 0,02% nya berasal dari energi surya. .Karena sel surya sanggup menyediakan energi listrik bersih tanpa polusi , mudah dipindah, dekat dengan pusat beban sehingga penyaluran energi sangat sederhana serta sebagai negara tropis Indonesia mempunyai karakteristik cahaya matahari yang baik(intensitas cahaya tidak fluktuatif), utamanya lagi sel surya relatif efisien, tidak ada pemeliharaan yang spesifik dan bisa mencapai umur yang panjang serta mempunyai kehandalan yang tinggi .
Bagi Indonesia upaya pemanfaatan energi surya mempunyai berbagai keuntungan yang antara lain adalah :
1.      Energi ini tersedia dengan jumlah besar di Indonesia
2.      Sangat mendukung kebijakan energi nasional tentang penghematnan , diversifikasi dan pemerataan energi.
3.      Memungkinkan dibangun di daerah yang terpencil karena tidak memerlukan transmisi energi maupun tranfortasi sumber energi .

Sel surya generasi ketiga (sel Surya organic dan sel surya fotoelektrokimia) yang banyak dikembangkan adalah sel surya berbasis titania . proses pembuatan sel surya titania relative mudah.bahan bakunya murah dan memiliki efisiensi cukup baik . Titania berperan sebagai lapisan aktif yang mengabsorbsi energi cahaya matahari untuk dikonversi menjadi energi listrik.

Cara kerja sel surya sendiri sebenarnya identik dengan piranti semikonduktor diode. Ketika cahaya bersentuhan dengan sel surya dan diserap oleh bahan semi-konduktor terjadi pelepasan elektron. Apabila elektron tersebut bisa menempuh perjalanan menuju bahan semi-konduktor pada lapisan yang berbeda, terjadi perubahan sigma gaya-gaya pada bahan. Gaya tolakan antar bahan semi-konduktor menyebabkan aliran medan listrik. Dan menyebabkan elektron dapat disalurkan ke saluran awal dan akhir untuk digunakan pada perabot listrik
Sel surya memiliki banyak aplikasi. Mereka terutama cocok untuk digunakan bila tenaga listrik dari grid tidak tersedia, seperti di wilayah terpencil, satelit pengorbit bumi, kalkulator genggam, pompa air, dll. Sel surya (dalam bentuk modul atau panel surya) dapat dipasang di atap gedung di mana mereka berhubungan dengan inverter ke grid listrik dalam sebuah pengaturan net metering.Kemudia untuk pengembangannya saya memberikan gagasan bahwa penggunaan sel surya dapat dioptimalkan kepada barang-barang yang digunakan manusia, yaitu
1.      Penerapan teknologi surya pada kereta api listrik. Kereta ini menggunakan listrik hasil dari tenaga surya. Panel surya dapat diletakkan pada atap kereta  maka dari itu perlu dikembangkan riset mengenai kereta tenaga surya .
2.      mengoptimalkan dan merealisaikan mobil tenaga surya yang telah di buat dan memenangkan kontes mobil surya international oleh mahasiswa ITS,UGM,ITB maupun UNDIP.
3.      Penerang jalan tenaga surya juga harus disebar merata keseluruh desa di Indonesia.
4.      Desain rumah hemat listrik dengan memanfaatkan tenaga surya . Panel surya di pasang pada atap dan dinding rumah . Sehingga akan mengurangi konsumsi listrik dari PLN.
5.      Bus Tenaga surya .konsepnya sama dengan kereta api surya dan mobil surya.
6.      Perusahaan yang baru berdiri harus mampu memenuhi kebutuhan 50% kebutuhan listriknya sendiri dengan menciptakan sendiri sumber energy listrik tenaga surya pada bangunan pabrik tersebut .
Maka dari itu perlu dikembangkan lagi riset mengenai tenaga surya di semua bidang kehidupan. Selanjutnya direalisasikan segera untuk mengurangi masalah krisis energi yang terjadi pada 5 tahun mendatang  
Memang tidak ada peluru perak yang dapat menyelesaikan masalah energi ini. Tapi era dimana minyak murah sudah berakhir dan kita harus memperbaiki dampaknya saat ini,” kata Bradley, mengacu pada era revolusi industri abad 19 saat dunia mengalami lonjakan emisi karbon yang tinggi akibat murahnya minyak bumi. Menurutnya negara-negara juga tak bisa lagi egois berusaha mengembangkan teknologi energi terbarukan hanya untuk dijual ke negara lain. “Antar negara harus mulai bekerjasama mengembangkan teknologi energi terbarukan bersama sejak semula, agar pada akhirnya teknologi tersebut bisa lebih murah dan dapat bermanfaat bagi banyak orang,” kata Bradley.



DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. Dunia Kekurangan Energi 2030 .diunduh pada 24 Februari 2015 pukul 5:37 WIB.
Anonymous,Masalah Energi Surya Cara Langsung Sebagai salah satu Sumber Energi Alternatif , Proceding Seminar Sel fotovoltaik Indonesia, LAPI_ITB:Bandung.
Djoko adi Widodo, Suryono,Tatyantoro A,Tugino .2009.Pemberdayaan Energi Matahari Sebagai Energi Listrik Lampu Pengatur Lalu Lintas.UNNES:Semarang.
Hasbullah ,Konversi Energi surya.pdf. Teknik elektro UPI.diunduh 24 februari 2015 pukul 06.32 WIB.
Pancaningtyas, Lidya dan Syafsir Akhlus.Peranan Elektrolit pada Perfoma Sel Surya Tersensitisasi(SSPT).ITS:Surabaya.
Prasetyowati, Rita.2012.Sel Surya Berbasis Titania Sebagai Sumber Energi Alternatif. Jurnal UNY :Yogjakarta.
Septiana,Wilman.Dimas Fajarisandi,Mega Aditia.2007.Pembuatan Prototype Solar Cell Murah dengan Bahan Organik-inorganik (Dye-sensitive Solar Cell).Penelitian energi ITB:Bandung.
Tedjo ,Jusuf, Listrik Sel Surya sebagai energy alternatif .Jawa pos.
Udiyanti,Eka.2014.Mengatasi krisis listrik di jawa dan sumatera.info singkat ekonomi dan kebijakan .vol vI,no 05/I/P3DI/Maret/2014.
.